Langsung ke konten utama

Unggulan

Aplikasi Interaktif Pembelajaran Anak : Mengenal Huruf Dan Belajar Mengeja

Aplikasi Interaktif Pembelajaran Anak : Mengenal Huruf Dan Belajar Mengeja     Sumber keilmuan sampai saat ini masih didominasi oleh buku, meskipun dengan adanya internet kita bisa mendapatkan informasi dengan bidang keilmuan yang beragam, tetapi sesungguhnya informasi tersebut bersumber dari materi-materi yang ada pada buku. Untuk dapat menguasai suatu materi yang ada pada buku, terlebih dahulu kita harus dapat membacanya dengan benar. Hal ini dimaksudkan agar pemahaman terhadap materi tidak menyimpang dari definisi ataupun makna yang sesungguhnya. Pengetahuan (knowledge) merupakan dasar kompetisi dan efektifitas operasi bisnis dalam setiap perusahaan. Pengetahuan sebagai sumber bisa hilang dari lingkungan perusahaan dikarenakan beberapa sebab, seperti kematian, mutasi kerja, bahkan mungkin pindah kerja ke perusahaan lain yang mungkin menjadi kompetitor. Sehingga pada prinsipnya adalah kehilangan pengetahuan merupakan kehilangan investasi yang sudah di...

Inspirasi Dimas Djay dan Erix Soekamti dalam Talkshow

Inspirasi Dimas Djay dan Erix Soekamti dalam Talkshow '1 Hari 3 Ilmu' di Universitas Widyatama

Erik soekamti vokalis Endank soekamti

Ciri2 : GiGi Logam, Bertattoo, Piercing, Bibir tebal, Wight, Medok spelling, Kacamata hitam, Rambut berwarna, Kepala besar
Tempat/tgl lahir: Surabaya 1 april
Tinggi: 175cm Berat: 95kg Sepatu: 43 Celana: 38 Boxer: XL-XXL Kaos: XL
Makanan fav: Soup Minuman fav: juice & alcohol
Film fav: Action & blue
Music fav: Punk rock/ska/reggae/electronic
Warna fav: Hitam & putih
Best moment: Diatas kasur
Hates: no internet signal
Hobby: Grappling
Moto hidup: Keep on eating!

Erik akan datang ke Universitas Widytama  Dalam acara 1 Hari 3 Ilmu Dimas Djayadiningrat, Sutradara musik, film dan iklan, menekankan bahwa inspirasi bisa muncul jika seseorang sudah memiliki standing point masing-masing. Menurutnya, jika standing point seseorang hanya setengah hati maka pekerjaan apapun yang dikerjakan tak akan menghasilkan apa-apa.

Penekanan Dimas Djay itu diungkapkan dalam acara ‘1 Hari 3 Ilmu” yang diadakan  di kampus Universitas Widyatama Bandung, Rabu (13/12).Jadi kita ini mau berdiri di mana? Idealis atau mengikuti tren yang ada?” ujar Dimas di hadapan para peserta, Rabu (13/12).
Dimas menyatakan, jika orang memilih idealis maka dia harus siap karyanya mungkin tak dilirik oleh orang lain. Namun idealis kadang memunculkan suatu kekhasan dari karya itu sendiri.
CNN2 1024x683 - Inspirasi Dimas Djay dan Erix Soekamti dalam Talkshow '1 Hari 3 Ilmu' di Universitas Widyatama
Sementara mengikuti tren artinya apa yang dihasilkan akan sama dengan karya orang lain, tapi tak ada kekhasan yang muncul.
Meski memiliki sisi positif dan negatif, kedua hal itu bisa berjalan bersama-sama dan dilakukan oleh satu orang. Hal itu, kata dia, tergantung kebutuhan dan kondisi di lapangan.
“Saya maunya idealis, tapi ada beberapa yang minta mengikuti tren. Jadi istilahnya 50-50,” katanya.
Setelah memiliki standing poin, ide dan komunikasi menjadi hal yang harus dipikirkan. Karya yang diciptakan, apapun itu, harus memiliki makna yang jelas, disampaikan secara efektif, tapi tetap harus memberikan hal yang berani.
Hal berani yang dimaksud Dimas adalah sesuatu yang out of the box, itu agar karyanya menarik perhatian orang-orang. Jika poin-poin itu bisa dijalankan, Dimas meyakini bahwa inspirasi akan karya-karya akan muncul dengan gaya masing-masing. Namun, dia menegaskan bahwa jangan sampai inspirasi-inspirasi itu tak disenggol oleh pemikiran yang terlalu banyak atau overthinking.
Overthinking itu membunuh kebahagiaan, overthinking kills your happiness,” katanya.

Referensi:
https://www.widyatama.ac.id/inspirasi-dimas-djay-dan-erix-soekamti-dalam-talkshow-1-hari-3-ilmu-di-universitas-widyatama/

 

Komentar