Inspirasi Dimas Djay dan Erix Soekamti dalam Talkshow '1 Hari 3 Ilmu' di Universitas Widyatama
Erik soekamti vokalis Endank soekamti
Ciri2
: GiGi Logam, Bertattoo, Piercing, Bibir tebal, Wight, Medok
spelling, Kacamata hitam, Rambut berwarna, Kepala besar
Tempat/tgl lahir:
Surabaya 1 april
Tinggi: 175cm Berat: 95kg Sepatu: 43 Celana: 38 Boxer: XL-XXL Kaos: XL
Makanan
fav: Soup Minuman fav: juice & alcohol
Film fav: Action &
blue
Music fav: Punk rock/ska/reggae/electronic
Warna fav: Hitam &
putih
Best moment: Diatas kasur
Hates: no internet signal
Hobby: Grappling
Moto hidup: Keep on eating!
Erik akan datang ke Universitas Widytama Dalam acara 1 Hari 3 Ilmu Dimas Djayadiningrat, Sutradara musik, film dan iklan, menekankan
bahwa inspirasi bisa muncul jika seseorang sudah memiliki standing point
masing-masing. Menurutnya, jika standing point seseorang hanya setengah
hati maka pekerjaan apapun yang dikerjakan tak akan menghasilkan
apa-apa.
Penekanan Dimas Djay itu diungkapkan dalam acara ‘1 Hari 3 Ilmu” yang diadakan di kampus
Universitas Widyatama Bandung, Rabu (13/12).Jadi kita ini mau berdiri di mana? Idealis atau mengikuti tren yang ada?” ujar Dimas di hadapan para peserta, Rabu (13/12).
Dimas menyatakan, jika orang memilih idealis maka dia harus siap
karyanya mungkin tak dilirik oleh orang lain. Namun idealis kadang
memunculkan suatu kekhasan dari karya itu sendiri.

Sementara mengikuti tren artinya apa yang dihasilkan akan sama dengan karya orang lain, tapi tak ada kekhasan yang muncul.
Meski memiliki sisi positif dan negatif, kedua hal itu bisa berjalan
bersama-sama dan dilakukan oleh satu orang. Hal itu, kata dia,
tergantung kebutuhan dan kondisi di lapangan.
“Saya maunya idealis, tapi ada beberapa yang minta mengikuti tren. Jadi istilahnya 50-50,” katanya.
Setelah memiliki standing poin, ide dan komunikasi menjadi hal yang
harus dipikirkan. Karya yang diciptakan, apapun itu, harus memiliki
makna yang jelas, disampaikan secara efektif, tapi tetap harus
memberikan hal yang berani.
Hal berani yang dimaksud Dimas adalah sesuatu yang out of the box,
itu agar karyanya menarik perhatian orang-orang. Jika poin-poin itu bisa
dijalankan, Dimas meyakini bahwa inspirasi akan karya-karya akan muncul
dengan gaya masing-masing. Namun, dia menegaskan bahwa jangan sampai
inspirasi-inspirasi itu tak disenggol oleh pemikiran yang terlalu banyak
atau overthinking.
“
Overthinking itu membunuh kebahagiaan, overthinking kills your happiness,” katanya.
Referensi:
https://www.widyatama.ac.id/inspirasi-dimas-djay-dan-erix-soekamti-dalam-talkshow-1-hari-3-ilmu-di-universitas-widyatama/
Komentar
Posting Komentar