TEKNlK-TEKNIK PENGAMANAN DATA PADA SISTEM JARINGAN KOMPUTER
Permasalahan yang terjadi pada saat pengiriman data dalam suatu jaringan
komputer itu bisa saja terjadi, sebab sebelum data yang kita kirim itu
sampai ketujuannya maka akan melewati serangkaian proses terlebih
dahulu. Ketika sedang dalam proses pentransmisian data pada suatu
jaringan itu pada dasarnya memiliki tingkat keamanan yang rendah,
sehingga data tersebut dapat mudah dicuri atau disusupi oleh pihak lain.selain hacking, terdapat Cracking yang dapat merugikan kita juga lho,
lalu apa yang dimaksud dengan Cracking itu? Yaps, Cracking merupakan
sebuah usaha untuk memasuki sebuah jaringan komputer secara illegal yang
dimana memiliki tujuan yaitu untuk mencuri, mengubah, dan menghancurkan
File/data yang tersimpan dikomputer yang terhubung pada jaringan
tersebut.

Setiap pelaku bisnis bisa dipastikan mempunyai data. Data yang terdapat
pada pelaku bisnis bisa bersifat umum dan bisa bersifat rahasia. Data
umum biasanya bisa diakses oleh sembarang orang, sedangkan data rahasia
tidak bisa diakses oleh sembarang orang. Data rahasia merupakan asset
yang sangat berharga pada pelaku bisnis sehingga perlu untuk dijaga
kerahasiaannya. Disisi lain, data yang sama bisa diakses lebih dari satu
orang sehingga memungkinkan data tersebut dihubungkan dengan pemakai
oleh jaringan komputer. Dengan sistem jaringan komputer akan
memungkinkan semua pemakai bisa melakukan login atau logout ke sistem
jaringan komputer.
Dengan adanya login dan logout ke sistem jaringan komputer merupakan
salah satu bentuk dari keamanan sistem komputer. Login ke sistem
jaringan komputer harus menggunakan password yang dimiliki oleh
pemakainya. Sehingga setting login harus menggunakan name dan password
perlu dilakukan pada sistem jaringan komputer. Penentuan kebijakan akses
terhadap data (hak akses) untuk pemakai dilakukan pada sistem jaringan
komputer berdasarkan login name dan password.
Adanya kebijakan akses pada sistem jaringan komputer suatu upaya untuk
menjaga keamanan data bagi pemakai yang berhak atas data di jaringan
komputer, tetapi disisi lain ada pemakai yang ingin masuk ke jaringan
tanpa adanya otorisasi (hacker atau cracker) pada sistem jaringan
komputer tersebut. Dorongan pemakai yang ingin masuk ke sistem jaringan
komputer dengan tanpa otorisasi sangat banyak, misal ingin mengetahui
data perusahaan, mengetahui seberapa jauh sistem keamanan jaringan
komputer dan sebagainya.
Pemilik sistem jaringan komputer dituntut untuk menjaga keamanan data.
Bagaimanapun pemilik harus lebih pintar dibandingkan dengan hacker atau
cracker. Untuk itu, pemilik sistem jaringan komputer dalam mengamankan
datanya harus mengetahui bagaimana teknik hack atau crack digunakan pada
sistem jaringan komputer. Teknik hack atau crack merupakan cara para
hacker atau cracker masuk ke sistem jaringan komputer. Dengan teknik ini
diharapkan pemilik sistem jaringan komputer bisa mengamankan datanya
dengan baik.
Referensi:
https://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/2126
https://lindanurzah.wordpress.com/2017/01/02/teknik-pengamanan-data-pada-jaringan/
Komentar
Posting Komentar